Bendungan Ameroro Untuk Suplai Air untuk Industri Nikel

Bendungan Ameroro Untuk Suplai Air untuk Industri Nikel

Fajarasia.co – Pembangunan Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dipercepat penyelesaiannya dengan target selesai pada tahun 2023. Kabupaten Konawe akan terus berkembang, karena ada pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang membutuhkan air baku.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air. Sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki di Jakarta,Jumat, (12/09/22).

Menteri PUPR menjelaskan Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung 54,15 juta m3 dengan luas genangan 244,51 hektare. Bendungan ini berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3.363 hektare di Kabupaten Konawe.

“Diharapkan suplai air irigasi dari bendungan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya. Jika dibandingkan dengan sebelumnya metode tadah hujan, yang hanya bisa satu kali tanam dalam setahun” kata Menteri PUPR.

Bendungan Ameroro juga memiliki fungsi untuk mereduksi banjir di wilayah Kendari-Konawe selain untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat. ***

Pos terkait