Fajarasia.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengerahkan tim khusus untuk memperkuat pemantauan aktivitas Gunung Semeru yang kini berstatus Awas (Level 4), satu-satunya gunung api di Indonesia dengan status tertinggi saat ini.
Tim Ahli di Lapangan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa tim yang diturunkan terdiri dari delapan orang, yakni empat ahli gunung api PVMBG dan empat operator drone dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.
“Tim ahli kami sudah berada di lapangan. Penguatan pemantauan sangat diperlukan karena aktivitas vulkanik Semeru masih tinggi,” ujar Hadi.
Drone Jadi Mata Tambahan Penggunaan teknologi drone disebut krusial untuk mengamati kondisi kawah, tumpukan material, hingga jalur aliran lahar dingin yang sulit dijangkau dengan pengamatan darat. Dengan dukungan teknologi ini, data visual dapat diperoleh lebih cepat dan akurat.
Tambahan Pengamat Senior Selain tim drone, PVMBG juga menugaskan dua pengamat gunung api senior yang biasanya bertugas di Gunung Ijen dan Gunung Bromo. Kehadiran mereka di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta memberikan informasi real time kepada masyarakat sekitar.
Pemantauan Gunung Api Nasional Saat ini PVMBG memantau 69 gunung api aktif di Indonesia secara real time. Selain Semeru yang berstatus Awas, terdapat dua gunung lain yang berstatus Siaga (Level 3), yakni Gunung Lewotobi dan Gunung Merapi.
Pesan untuk Masyarakat Dengan kondisi Semeru yang masih menunjukkan aktivitas tinggi, masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pos pengamatan maupun pemerintah daerah. Kehadiran tim ahli dan teknologi drone diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat untuk keselamatan.*** warga.****






