Fajarasia.id – Amerika Serikat menolak ajakan Uni Eropa (UE) untuk memblokir pengiriman minyak Rusia dalam paket sanksi ke-20. Usulan UE itu mencakup larangan bagi perusahaan Eropa mengangkut minyak Rusia serta menyediakan layanan pemeliharaan, pasokan, pembiayaan, dan asuransi bagi kapal tanker yang membawa minyak tersebut.
Seorang diplomat anonim di Brussels menyebut UE telah mengundang mitra G7 untuk memberlakukan pembatasan serupa. Namun, AS menolak rencana itu, sementara negara-negara G7 lainnya belum memberikan komitmen jelas.
“UE menyampaikan kepada AS dan G7 rencana untuk melarang sepenuhnya perusahaan Eropa mengangkut minyak Rusia serta menyediakan layanan terkait. Amerika Serikat menolak,” ujar sumber diplomatik itu, Senin (23/2/2026).
Sejak pecahnya perang Ukraina pada Februari 2022, Rusia menjadi negara dengan jumlah sanksi terbanyak di dunia, melampaui Iran, Suriah, dan Korea Utara. Data pelacakan global mencatat lebih dari 16.500 tindakan pembatasan telah dijatuhkan terhadap individu, entitas, kapal, dan pesawat Rusia.***





