Fajarasia.id– Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani, menegaskan bahwa kerja sama perdagangan internasional seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
“Bagi dunia usaha, peningkatan daya saing nasional tidak hanya bertumpu pada perjanjian perdagangan, tetapi juga pada pembenahan struktural di dalam negeri,” ujar Shinta.
Menurutnya, perjanjian dagang membuka peluang besar untuk memperluas akses pasar ekspor. Namun, hal itu harus diiringi dengan kebijakan tepat, termasuk debottlenecking regulasi, perizinan, logistik, dan biaya produksi agar industri Indonesia mampu bersaing dengan negara kawasan seperti Vietnam.
Apindo juga menyoroti pentingnya kepastian hukum dan regulasi ketenagakerjaan yang mendukung iklim investasi sehat. Shinta menekankan bahwa produktivitas tenaga kerja harus ditingkatkan, bukan hanya fokus pada aspek pengupahan.
Selain itu, Apindo menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat industrialisasi nasional. “Penguatan industrialisasi adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Dunia usaha siap bersinergi dengan pemerintah,” tegas Shinta.
Apindo berkomitmen mendorong investasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja di seluruh Indonesia sebagai bagian dari kolaborasi dengan pemerintah.





