Fajarasia.id– Anggota DPR RI Maman Abdurahman menilai, Presiden Joko Widodo sangat berkomitmen untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi Indonesia. Buktinya, menurut Maman, ada anggaran program bantalan sosial sebesar Rp.24,17 triliun.
Maman menilai, anggaran program bantalan sosial merupakan bukti nyata bahwa Presiden Jokowi serius dalam mengatasi permasalahan masyarakat. “Mengatasi permasalahan ekonomi rakyat ini salah satu ukurannya adalah political will terhadap anggaran,” kata Maman ditulis Minggu (27/11/2022).
Menurutnya, anggaran program bantalan sosial dapat mendorong pemulihan ekonomi. Hal itu perlu dilakukan di tengah ancaman krisis global.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menekankan, tekad Presiden Jokowi dalam membantu masyarakat harus didukung penuh. Semua pihak, termasuk masyarakat pun wajib berpartisipasi untuk mengawasi proses distribusi bantalan sosial.
“Langkah positif keinginan Presiden Jokowi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi ini harus kita dukung penuh,” ujarnya. “Salah satu caranya dengan mengontrol penuh agar pendistribusian menjadi tepat sasaran ke bawah.”
Pemerintah sebelumnya menyiapkan bantalan sosial senilai Rp.24,17 triliun. Uang sebanyak itu sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi dampak inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dari total Rp.24,17 triliun, Rp.12,4 triliun di antaranya dikucurkan untuk BLT disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos). BLT tersebut disalurkan kepada 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui PT Pos Indonesia.
Adapun besaran BLT BBM yang diberikan Rp.150 ribu per bulan selama empat bulan, dari September, hingga November. Penyaluran BLT BBM dilakukan dalam dua tahap.
Tahap I dilakukan pada Bulan September sebesar Rp.300 ribu (September dan Oktober). Lalu tahap II rencananya dilakukan pada bulan November sebesar Rp.300 ribu untuk November dan Desember.





