Ancaman Bom Ganggu Dua Penerbangan ke Warsawa, Bandara Sempat Ditutup

Ancaman Bom Ganggu Dua Penerbangan ke Warsawa, Bandara Sempat Ditutup

Fajarasia.id  – Dua penerbangan internasional menuju Warsawa, Polandia, mendapat ancaman bom pada Selasa (3/11/2026). Insiden tersebut memicu pemeriksaan keamanan ketat, pengalihan salah satu pesawat, hingga penghentian sementara operasional Bandara Warsaw-Modlin.

Ancaman pertama dilaporkan terjadi pada pesawat Boeing 737 MAX yang melayani rute London Heathrow menuju Bandara Warsaw Chopin. Pesawat tersebut akhirnya dialihkan dan mendarat di Bandara Warsaw-Modlin.

Pengelola Bandara Warsaw-Modlin menyatakan, laporan ancaman bom diterima pada pukul 09.54 waktu setempat. Hanya berselang tujuh menit, pesawat tersebut berhasil mendarat di bandara alternatif.

Petugas keamanan kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran ancaman sekaligus menjamin keselamatan penumpang dan seluruh personel bandara.

Sebanyak 181 orang yang berada di dalam pesawat dievakuasi. Juru bicara maskapai penerbangan Polandia, LOT, juga membenarkan bahwa pesawat tersebut merupakan penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai itu.

Ancaman serupa turut dilaporkan pada penerbangan Scandinavian Airlines (SAS) dari Kopenhagen menuju Warsawa. Pesawat tersebut berhasil mendarat di Bandara Warsaw-Chopin dan langsung menjalani pemeriksaan keamanan.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, aktivitas penerbangan di Bandara Warsaw-Modlin sempat dihentikan sementara. Para penumpang dan awak pesawat juga ditempatkan di ruang kedatangan sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari petugas.

Setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan, operasional penerbangan dilaporkan kembali normal.

Warsawa diketahui memiliki dua bandara utama, yakni Bandara Warsaw-Chopin yang berada di dalam wilayah kota dan Bandara Warsaw-Modlin yang berjarak sekitar 36 kilometer dari pusat ibu kota Polandia tersebut.

Bandara Modlin selama ini lebih banyak melayani penerbangan maskapai berbiaya rendah.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya prosedur keamanan penerbangan dalam menghadapi setiap laporan ancaman, termasuk yang belum dipastikan kebenarannya. Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi darurat.***

Pos terkait