Tempuh 350 Kilometer, 752 Prajurit Resmi Sandang Baret Ungu Marinir

Tempuh 350 Kilometer, 752 Prajurit Resmi Sandang Baret Ungu Marinir

Fajarasia.id – Sebanyak 752 prajurit TNI Angkatan Laut resmi menyandang baret ungu Korps Marinir setelah menuntaskan Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan ke-180, yang ditutup dengan latihan lintas medan sejauh 300 hingga 350 kilometer melintasi berbagai medan berat di Jawa Timur.

Penyematan baret ungu digelar di Pantai Baruna, Malang Selatan, sebagai penanda keberhasilan para peserta menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan komando yang dikenal menuntut ketahanan fisik dan mental tinggi.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana menjelaskan, tahap lintas medan menjadi ujian puncak yang harus dilalui setiap calon prajurit Marinir sebelum resmi dikukuhkan sebagai prajurit petarung.

Para peserta memulai perjalanan dari Banyuwangi menuju Pantai Baruna dengan membawa perlengkapan tempur lengkap. Selama belasan hari, mereka menempuh perjalanan ratusan kilometer sambil menghadapi berbagai tantangan alam dan kondisi lapangan yang menguji daya tahan, disiplin, serta semangat juang.

“Dengan membawa perlengkapan tempur lengkap, mereka melintasi berbagai medan berat sebagai ujian akhir ketahanan, disiplin, dan daya juang sebelum dikukuhkan sebagai Prajurit Petarung Korps Marinir,” ujar Rana dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Dari total peserta yang berhasil menyelesaikan pendidikan, sebanyak 453 orang merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I, sedangkan 299 lainnya berasal dari Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier Angkatan ke-46 Gelombang I.

Sebelum mencapai tahap akhir tersebut, para prajurit harus melewati lima fase pendidikan yang meliputi Dasar Komando, Kelautan, Hutan Gunung, Perang Gerilya, dan Lawan Gerilya. Setiap tahapan dirancang untuk membentuk kemampuan tempur, ketangguhan mental, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi operasi.

Rana menegaskan seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan dalam kondisi sehat dan selamat hingga prosesi pembaretan berlangsung.

Penyematan baret ungu tidak hanya menjadi simbol kelulusan, tetapi juga menandai lahirnya generasi baru prajurit Korps Marinir yang siap mengemban tugas menjaga kedaulatan negara.

Korps Marinir berharap bekal yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi fondasi kuat bagi para prajurit dalam menjalankan berbagai penugasan pertahanan, sekaligus menjaga kehormatan baret ungu yang menjadi kebanggaan pasukan pendarat amfibi TNI Angkatan Laut.

“Seluruh prajurit diharapkan mampu mengemban kehormatan baret ungu dengan penuh tanggung jawab, senantiasa siap menghadapi setiap tantangan, serta memberikan pengabdian terbaik demi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara,” kata Rana.****

Pos terkait