Fajarasia.id – Gelombang unjuk rasa di Prancis kembali berujung ricuh dan mencatatkan angka penangkapan yang masif. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sebanyak 1.314 orang ditangkap dalam aksi demonstrasi yang merata di seantero negeri pada Sabtu (24/10).
Berdasarkan laporan harian Le Parisien pada Minggu (25/10), bentrokan fisik yang tak terhindarkan turut meninggalkan luka bagi 53 aparat penegak hukum. Di ibu kota, ketegangan kian memuncak hingga memaksa kepolisian Paris mengamankan 142 orang, di mana 126 di antaranya langsung dijebloskan ke tahanan.
Aksi massa kali ini menarik perhatian ratusan ribu warga. Prefektur kepolisian Paris mencatat ada sekitar 110.000 orang yang turun ke jalan di jantung ibu kota. Sementara itu, jika diakumulasikan secara nasional, jumlah partisipan diperkirakan menyentuh angka 410.000 orang.
Meski angka partisipasi ini sedikit melandai dibanding gelombang protes sebelumnya pada 17 Oktober lalu—yang sempat mencatatkan sekitar 550.000 demonstran dan 2.397 penangkapan—situasi di lapangan tetap menyisakan eskalasi ketegangan yang tinggi antara massa pengunjuk rasa dan pihak berwenang.
Catatan Redaksi: Gelombang protes yang terus berulang ini menunjukkan adanya persoalan sosial-politik mendalam yang belum menemui titik temu di Prancis, menuntut perhatian serius dari pemerintah setempat.****





