Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Kejar Senjata Nuklir

Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Kejar Senjata Nuklir

Fajarasia.id  – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir dan akan menjalankan program nuklir sesuai kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Pezeshkian menyatakan Iran tetap mendukung pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai serta menegaskan hak negaranya menjalankan kegiatan nuklir berdasarkan hukum dan perjanjian internasional.

“Republik Islam Iran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan, sebagai anggota NPT, mendukung kelanjutan kegiatan nuklir sesuai hukum dan perjanjian internasional,” demikian pernyataan Pezeshkian yang dikutip dari keterangan Kantor Kepresidenan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Pezeshkian bertemu dengan perwakilan aliansi Perjanjian Mekah. Pertemuan itu dihadiri Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, serta Kepala Intelijen Turkiye Ibrahim Kalin.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, turut mendampingi Pezeshkian dalam pertemuan tersebut.

Pembicaraan berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap dinamika keamanan kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Hak nuklir damai menjadi penegasan Teheran

Iran selama ini menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai. Melalui pernyataan terbaru tersebut, Teheran kembali menekankan posisinya sebagai anggota NPT yang mendukung penggunaan teknologi nuklir sesuai ketentuan internasional.

NPT merupakan perjanjian internasional yang bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata, serta menjamin hak penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai sesuai ketentuan perjanjian.

Di sisi lain, persoalan program nuklir Iran tetap menjadi salah satu isu penting dalam hubungan internasional dan keamanan kawasan. Pernyataan politik mengenai tujuan damai program nuklir tidak dengan sendirinya menyelesaikan seluruh persoalan terkait kepatuhan terhadap kewajiban internasional.

Pertemuan berlangsung di tengah ketegangan kawasan

Perundingan tersebut juga berlangsung setelah Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Mekah pada 7 Agustus, sebagaimana disebutkan dalam laporan tersebut.

Perjanjian pertahanan bersama itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara peserta dipandang sebagai serangan terhadap ketiga negara.

Situasi kawasan turut diwarnai serangkaian serangan yang dilakukan kelompok Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi. Iran, yang dipandang memiliki hubungan dengan kelompok tersebut, juga menyatakan kesiapan membantu penyelesaian konflik.

Dalam situasi tersebut, pertemuan para pejabat keamanan regional menjadi bagian dari upaya membahas perkembangan konflik dan stabilitas kawasan.

Pernyataan Pezeshkian mengenai NPT menegaskan posisi resmi Teheran bahwa Iran tidak mengejar senjata nuklir. Namun, perkembangan program nuklir negara itu dan dinamika keamanan Timur Tengah masih menjadi perhatian masyarakat internasional.****

Pos terkait