Laba Universal BPR Melonjak 115 Persen, Tembus Rp18,3 Miliar

Laba Universal BPR Melonjak 115 Persen, Tembus Rp18,3 Miliar

Fajarasia.id – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Universal mencatatkan laba bersih sebesar Rp18,3 miliar hingga September 2026. Angka tersebut melonjak 115,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan aset dan penghimpunan dana pihak ketiga.

Direktur Utama Universal BPR Reyhan Satyahadi mengatakan, peningkatan laba tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis yang tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko.

Dalam keterangan yang diterima redaksi pada Rabu (21/10/2026), Reyhan menyebutkan total aset perusahaan tumbuh 10 persen secara tahunan menjadi Rp2,4 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 18 persen menjadi Rp1,9 triliun.

“Pertumbuhan bagi kami bukan hanya tentang pencapaian angka, tetapi juga bagaimana memastikan bisnis berkembang dengan sehat dan memiliki relevansi jangka panjang,” kata Reyhan.

Dari sisi penyaluran kredit, Universal BPR mengarahkan lebih dari 86 persen pembiayaannya untuk kegiatan produktif, termasuk modal kerja dan pengembangan usaha.

Menurut Reyhan, fokus tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Di tengah pertumbuhan bisnis, Universal BPR juga berupaya menjaga kualitas portofolio kredit. Pada akhir September 2026, rasio kredit bermasalah neto atau net non-performing loan (NPL neto) tercatat sebesar 1,89 persen.

Perusahaan menyatakan tetap mengedepankan analisis kelayakan debitur, pemantauan kualitas portofolio, serta pengelolaan risiko dalam setiap penyaluran pembiayaan.

“Kami terus melihat peluang untuk mengembangkan layanan, memperkuat kolaborasi, serta memperluas akses pembiayaan agar dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah dan mendukung aktivitas ekonomi,” ujar Reyhan.

Selain menyalurkan kredit secara langsung, Universal BPR mengembangkan kerja sama pembiayaan dengan BPR lain melalui skema sindikasi.

Skema tersebut ditujukan untuk memperluas peluang pendanaan bagi kegiatan usaha berskala lebih besar. Meski demikian, penyaluran pembiayaan tetap mempertimbangkan kelayakan bisnis dan risiko yang menyertainya.

Memasuki 2027, Universal BPR menyiapkan pengembangan Kredit Usaha Inklusif (KUI) serta peningkatan layanan digital melalui Universal Mobile Plus.

Layanan digital tersebut direncanakan mencakup pembayaran menggunakan QRIS, pembukaan rekening secara daring, serta pengelolaan deposito secara daring.

Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memperluas akses nasabah terhadap produk perbankan sekaligus meningkatkan kemudahan transaksi.

Dengan pertumbuhan laba, aset, dan dana pihak ketiga hingga September 2026, Universal BPR berupaya memperkuat bisnisnya melalui penyaluran kredit produktif, pengendalian risiko, serta pengembangan layanan yang mengikuti kebutuhan nasabah.****

Pos terkait