Kapal Pinisi Terbalik di Komodo, Satu Wisatawan Hilang

Kapal Pinisi Terbalik di Komodo, Satu Wisatawan Hilang

Fajarasia.id – Pelayaran wisata di kawasan Taman Nasional Komodo berujung insiden setelah kapal pinisi KM Feronia yang mengangkut 30 orang tenggelam di perairan Batu Bolong, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (14/10/2026), satu wisatawan dilaporkan masih hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kapal yang membawa 25 wisatawan dan lima awak itu dilaporkan tenggelam pada Selasa (13/10/2026) sore setelah dihantam arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi. Peristiwa terjadi ketika kapal melintasi perairan sekitar Tatawa Besar dalam perjalanan kembali menuju Marina Labuan Bajo.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan kapal diduga kehilangan keseimbangan setelah diterjang arus yang cukup kuat.

“Saat melintasi perairan sekitar Tatawa Besar, kapal dihantam oleh arus kuat hingga terbalik,” ujar Stephanus, Rabu.

Menurut dia, laporan awal mengindikasikan nakhoda terlambat mengantisipasi perubahan kondisi arus saat puncak pasang. Kendati demikian, otoritas terkait masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut,” katanya.

Kapal wisata dengan tonase GT 51 itu diketahui berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada pagi hari dengan tujuan Pulau Rinca. Sebelum insiden terjadi, para penumpang disebut telah menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta dan melanjutkan perjalanan kembali menuju dermaga.

Upaya evakuasi dilakukan secara bertahap sejak sore hingga malam hari. Sebanyak 24 wisatawan bersama lima kru berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Marina Labuan Bajo.

Sementara itu, seorang wisatawan domestik bernama Veronica Beatrix Jessica (23) masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga pukul 18.00 Wita, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian terhadap korban akan kembali dilanjutkan dengan menyisir area perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan arus laut di salah satu destinasi wisata bahari paling populer di Indonesia tersebut.***

 

Pos terkait