Fajarasia.id – Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR RI mendorong transformasi peternakan babi di Sulawesi Utara menuju sistem modern berbasis kemitraan. Langkah ini berfokus pada penyediaan bibit (breeding) berkualitas, penguatan biosekuriti ketat, serta proteksi terhadap peternak rakyat agar tak tergerus industri skala besar.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa menjelaskan, industri peternakan modern skala besar diarahkan untuk memproduksi calon indukan unggul, bukan mendominasi segmen pembesaran (final stock).
“Keberhasilan tidak hanya ditentukan korporasi, tetapi oleh kemitraan antara perusahaan, masyarakat, koperasi, pemerintah, dan perguruan tinggi. Semuanya harus saling menopang,” kata Hendra saat mendampingi kunjungan kerja reses Komisi IV DPR di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (10/10/2026).
Hendra menambahkan, kemitraan ini juga dibarengi dengan edukasi pencegahan penyakit demam babi afrika (African swine fever/ASF) melalui intervensi berbasis komunitas (community-based ASF intervention), yakni penerapan standar biosekuriti secara sederhana oleh peternak rakyat.
Sinergi pembagian peran antara korporasi dan peternak kecil ini didukung penuh oleh parlemen. Komisi IV DPR menegaskan agar perusahaan fokus pada fasilitas pembibitan dan teknologi pendukung, sementara proses budi daya tetap diserahkan kepada masyarakat.
“Di Komisi IV, kami berkeinginan agar budi daya diserahkan kepada rakyat. Silakan perusahaan membangun pabrik atau mengembangkan usaha pembibitan, tetapi budi daya tetap diharapkan menjadi ruang bagi peternak rakyat,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman.
Dari sisi ekonomi lokal, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menilai keberadaan peternakan berbasis pembibitan modern sangat strategis. Komoditas daging babi menjadi salah satu penentu laju inflasi di Sulawesi Utara, sehingga kepastian pasokan bibit dan kecukupan daging di pasar lokal mendesak untuk dijaga.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sulawesi Optima Wirakarya (SOW) Andreas Surya Putra menyatakan kesiapan perusahaan untuk menyalurkan calon indukan berkualitas kepada peternak lokal. Melalui skema ini, peternak rakyat diharapkan mampu melakukan pembiakan dan memproduksi daging secara mandiri, aman, dan berkelanjutan.****





