Gelombang Protes Albania Meluas: PM Edi Rama Tuding Aktor Asing di Balik Tuntutan Mundur

Gelombang Protes Albania Meluas: PM Edi Rama Tuding Aktor Asing di Balik Tuntutan Mundur

Fajarasia.id — Gelombang demonstrasi antipemerintah yang dipelopori kelompok mahasiswa di Albania kian memanas dan meluas ke sejumlah kota utama. Di tengah eskalasi bentrokan dengan aparat keamanan, Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama menolak desakan untuk mengundurkan diri dan mengklaim adanya campur tangan pihak asing yang menunggangi aksi massa tersebut.

Unjuk rasa yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut di ibu kota Tirana, serta meluas ke Elbasan, Shkodra, dan Korca, dipicu oleh kemarahan publik atas tuduhan korupsi sistemik dan memburuknya kondisi fasilitas pendidikan tinggi. Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut menguat pascakontroversi pengerjaan proyek resor mewah di kawasan pesisir yang melibatkan investor luar negeri.

Aparat kepolisian antihuru-hara menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang melempari gedung-gedung pemerintahan serta fasilitas perbankan dengan batu dan beton. Hingga akhir pekan ini, pihak kepolisian mengonfirmasi telah mengamankan setidaknya 160 orang yang diduga terlibat dalam aksi pengerusakan.

Dalam siaran resminya, PM Edi Rama menegaskan bahwa pergerakan massa saat ini telah bergeser dari aspirasi murni mahasiswa menjadi agenda politik yang digerakkan oleh kekuatan luar. Ia menyatakan bahwa pengunduran dirinya justru akan mencederai mandat publik yang telah diberikan kepadanya untuk membawa Albania masuk sebagai anggota resmi Uni Eropa (UE).

Meskipun Rama membuka ruang dialog terkait penyesuaian biaya pendidikan, ia menegaskan pemerintahannya tetap berfokus pada target penuntasan integrasi keanggotaan Uni Eropa pada 2028, di tengah sorotan publik internasional terhadap isu tata kelola pemerintahan dan reformasi hukum di negara Balkan tersebut.****

 

 

Pos terkait