DPR Desak Penyerangan Tim EPA Persib Diusut Tuntas

DPR Desak Penyerangan Tim EPA Persib Diusut Tuntas

Fajarasia.id  — Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung. Penegakan hukum dinilai penting untuk melindungi atlet muda sekaligus mencegah terulangnya kekerasan di lingkungan sepak bola.

Ledia mengatakan, pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita perlu memastikan peristiwa tersebut diusut tuntas dan para pemain mendapatkan perlindungan yang diperlukan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan mengganggu proses pembinaan atlet muda,” kata Ledia dalam keterangan pers, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, keamanan atlet muda harus menjadi perhatian serius, baik saat menjalani latihan maupun mengikuti kompetisi. Para pemain usia muda merupakan bagian penting dari regenerasi dan masa depan olahraga Indonesia sehingga membutuhkan lingkungan yang aman untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Ledia juga mendorong klub, penyelenggara kompetisi, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola mengevaluasi sistem keamanan. Evaluasi tersebut perlu mencakup langkah pencegahan serta mekanisme penanganan insiden yang melibatkan pemain maupun ofisial tim.

Ia menegaskan, kekerasan tidak boleh menjadi bagian dari budaya olahraga. Sepak bola seharusnya mengajarkan sportivitas, persaudaraan, disiplin, dan pembentukan karakter, bukan justru menjadi ruang bagi tindakan yang membahayakan keselamatan atlet.

Menurut Ledia, perlindungan terhadap pemain muda tidak cukup dilakukan setelah insiden terjadi. Klub dan penyelenggara kompetisi juga perlu memperkuat langkah antisipasi agar keselamatan pemain terjamin selama menjalani kegiatan sepak bola.

“Sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak muda untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi. Kita ingin mereka fokus mengembangkan bakatnya, bukan justru menghadapi ancaman kekerasan,” tutupnya.

Ledia berharap penanganan kasus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan atlet muda. Dengan keamanan yang terjamin dan penegakan aturan yang konsisten, pembinaan sepak bola diharapkan dapat berlangsung secara sehat serta berorientasi pada prestasi.***

Pos terkait