Fajarasia.id — Bertambahnya korban jiwa dalam tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo memicu keprihatinan mendalam dari parlemen. Komisi IV DPR RI menegaskan bahwa enam petugas dan relawan yang gugur merupakan pahlawan lingkungan yang berhadapan langsung dengan kejahatan ekologis.
Ungkapan duka cita dan apresiasi tinggi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Gugurnya Suraji (44), warga Desa Lumbang, Probolinggo, melengkapi duka atas meninggalnya lima rekannya sesama pejuang lingkungan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Enam sosok yang gugur dalam tugas kemanusiaan tersebut yakni Sukaris (55), Hendra Rony Wagiyanta (33), Wisnu Yuda Pratama (25), Sefriel Ardiansyah (19), Munawi (44), dan Suraji (44).
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi kabar duka ini sekaligus menyampaikan simpati mendalam atas pengorbanan para personel di lapangan.
“Kami sangat berduka atas bertambahnya korban jiwa. Mereka adalah pahlawan lingkungan, dan musuh yang mereka hadapi sesungguhnya adalah teroris ekologis,” tegas Alex.
Menanggapi besarnya risiko kerja di lokasi bencana, Komisi IV DPR mendorong penguatan aspek perlindungan bagi para petugas maupun relawan yang diterjunkan ke titik api. Alex mengutarakan bahwa DPR telah menggelar rapat kerja khusus bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memprioritaskan jaminan keselamatan personel.
DPR meminta pemerintah wajib mengikutsertakan seluruh pejuang karhutla dalam skema asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang memadai.
Selain jaminan perlindungan, peristiwa memilukan di Bromo dinilai harus menjadi momentum transformasi strategi pemadaman. Penggunaan teknologi modern—seperti pemantauan udara (drone) dan pemadaman jarak jauh—perlu dioptimalkan, terutama untuk menjangkau medan berat yang membahayakan keselamatan jiwa manusia.****





