Komisi V Minta Bangkai KM Virgo Disisir Total

Komisi V Minta Bangkai KM Virgo Disisir Total

Fajarasia.id — Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta proses pencarian korban KM Virgo Transport 8 dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan memeriksa bagian dalam bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa.

Lasarus meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Kementerian Perhubungan tidak meninggalkan bagian kapal sebelum seluruh area dipastikan telah diperiksa. Hal itu disampaikan Lasarus saat membuka rapat kerja Komisi V DPR bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Laut, dan Udara Kementerian Perhubungan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

“Saya aktif koordinasi terus dengan Kabasarnas supaya seluruh lambung kapal itu dulu dijelajahi untuk dicek secara keseluruhan bagaimanapun caranya,” kata Lasarus dalam rapat.

Menurut dia, pemeriksaan bangkai kapal menjadi penting untuk memastikan tidak ada lagi korban yang masih berada di dalam kapal. Setelah seluruh bagian diperiksa, barulah keputusan mengenai penghentian operasi pencarian dapat dipertimbangkan.

“Jangan ditinggalkan sebelum dipastikan seluruhnya tidak ada lagi korban di sana, baru nanti kita memohonkan operasi dihentikan,” ujarnya.

Lasarus juga meminta Kementerian Perhubungan terus mendukung upaya evakuasi dan pencarian korban. Menurut dia, negara perlu memastikan proses pencarian dilakukan secara maksimal karena keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.

“Negara harus hadir di sana, kita sudah beberapa kali mengalami hal begini,” kata Lasarus.

Ia mengatakan, bagi keluarga korban, harapan utama saat ini adalah menemukan anggota keluarga mereka yang masih hilang.

“Keluarga harapannya cuma satu kalau sudah hari begini, semoga mereka bisa menemukan jasad keluarga yang mereka cintai,” ujarnya.

Berdasarkan pembaruan data Basarnas pada Rabu (23/9/2026), dari total manifes 243 orang, sebanyak 128 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 20 orang meninggal dunia. Sementara itu, 115 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pencarian juga terus dilakukan dengan melibatkan penyelam untuk memeriksa area sekitar badan kapal. Kondisi bangkai kapal di dasar laut menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi. Sebelumnya, Basarnas melaporkan posisi kapal berada di kedalaman sekitar 29-30 meter dan mengalami pergeseran dari posisi awal.

Permintaan Komisi V tersebut menempatkan pemeriksaan bangkai kapal sebagai bagian penting dari upaya pencarian, terutama untuk memberikan kepastian kepada keluarga dari 115 korban yang hingga kini belum ditemukan.****

Pos terkait