Fajarasia.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai menjalankan program profiling aparatur sipil negara (ASN) secara nasional dengan target menjangkau 600.000 pegawai hingga akhir 2026. Program ini dilakukan secara bertahap dan tanpa biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat manajemen talenta di lingkungan birokrasi.
Kepala BKN, Zudan, mengatakan profiling bertujuan memetakan kemampuan serta potensi ASN secara lebih menyeluruh agar pengembangan karier dan penempatan pegawai dapat dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.
“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujar Zudan dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, program tersebut menjadi fondasi penting dalam pembangunan sistem manajemen talenta ASN berbasis data. Melalui pemetaan yang dilakukan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kompetensi, talent DNA, rencana karier, hingga tingkat literasi digital setiap pegawai.
Dengan basis data yang lebih lengkap, instansi pemerintah diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih akurat dalam pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari promosi, rotasi, hingga pengembangan kapasitas ASN.
BKN menargetkan sebanyak 600.000 ASN mengikuti program profiling hingga akhir tahun ini. Seluruh instansi pemerintah juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi tanpa dikenakan biaya.
Salah satu daerah yang telah mengimplementasikan program tersebut adalah Pemerintah Kota Pekanbaru. Sebanyak 1.255 ASN di lingkungan pemerintah kota setempat telah mengikuti proses profiling melalui metode Computer Assisted Competency Test (CACT) dan PRO-ASN yang bekerja sama dengan BKN serta Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menilai profiling menjadi langkah awal untuk memperoleh pemetaan yang lebih utuh terhadap kualitas dan potensi sumber daya manusia aparatur di daerah.
Menurut dia, hasil pemetaan nantinya dapat menjadi dasar dalam mengembangkan kapasitas ASN sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi secara lebih tepat sasaran.
“Profiling ini bukan untuk memberikan sanksi, tetapi menjadi media untuk melakukan evaluasi diri dan memetakan potensi secara jujur dan adil,” kata Markarius.
Ke depan, hasil profiling akan menjadi bagian dari pembentukan talent pool ASN berdasarkan potensi dan capaian kinerja. Para peserta juga dapat mengakses hasil pemetaan melalui BKPSDM maupun aplikasi ASN Digital.
Pemerintah berharap program ini dapat menghasilkan basis data talenta ASN yang lebih komprehensif sehingga mendukung reformasi birokrasi berbasis merit serta menciptakan sistem pengembangan karier yang lebih objektif dan terukur.****





