Fajarasia.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah telah merenovasi sekitar 16 ribu sekolah dengan total anggaran Rp17 triliun melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Renovasi ini dilakukan untuk menanggulangi persoalan sekolah rusak yang telah lama terjadi. Meski pengelolaan sekolah berada di pemerintah daerah, pemerintah pusat melakukan percepatan perbaikan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain renovasi, pemerintah melanjutkan program pendidikan yang sudah berjalan, seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar. Pemerintah juga menambah program sekolah rakyat untuk menjangkau anak-anak putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan. Dalam satu tahun terakhir, program ini telah menjangkau hingga 22 ribu siswa di 166 sekolah, dengan rencana pembangunan tambahan 100 sekolah tahun ini.
Di bidang pembelajaran digital, pemerintah mendistribusikan 280 ribu unit televisi digital ke sekolah-sekolah sepanjang 2025, dan jumlahnya akan ditingkatkan pada tahun berikutnya. Selain itu, pembangunan sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, hingga kampus baru juga sedang berjalan.
Untuk kesejahteraan guru, insentif guru honorer dinaikkan menjadi Rp400 ribu—kenaikan pertama dalam 20 tahun terakhir. Tunjangan guru non-ASN juga meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dengan mekanisme penyaluran langsung ke rekening guru setiap bulan.
Teddy menegaskan bahwa seluruh program pendidikan tetap berjalan bahkan ditambah, meski ada isu terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” tegasnya.****





