Fajarasia.id – Seorang warga Bekasi Utara, Lely R (33), meminta bantuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) agar dapat dipulangkan dari Maroko ke Indonesia. Lely saat ini berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maroko setelah berangkat bekerja melalui agen penyalur yang diduga tidak resmi.
Dalam pesannya, Lely berharap pemerintah daerah dapat membantu berkoordinasi dengan KBRI agar proses kepulangannya dipermudah. “Saya mohon bantuannya untuk tiket kepulangan saya. Mohon dibantu juga untuk clearance karena dari KBRI itu memulangkan saya harus ada dari pihak pemerintah,” ujarnya.
Lely mengaku pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Ia hanya dijanjikan bekerja sebagai pengasuh bayi, namun kenyataannya diminta merangkap sebagai asisten rumah tangga dan merawat anak berkebutuhan khusus. Selain itu, gaji yang diterima juga tidak sesuai dengan perjanjian.
Kisah Lely menjadi perhatian publik setelah unggahannya viral di media sosial. Ia mengaku sangat merindukan anaknya yang masih berusia 1,5 tahun. “Lihatlah warga Bekasi ini yang minta tolong, Pak KDM. Tolonglah, Pak KDM, lihat saya,” ungkapnya penuh harap.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Lely dan tengah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Disnaker dan KBRI. Wildan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri tanpa melalui jalur resmi. “Kasus ini harus jadi pelajaran. Penempatan kerja ke luar negeri harus melalui lembaga resmi yang terdaftar di BP2MI,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan koordinasi lintas instansi, diharapkan Lely dapat segera kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan keluarganya.****






