Fajarasia.id – Ratusan warga Takengon, Aceh Tengah, mendatangi kantor Bupati pada Selasa (2/12) untuk mendesak pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan beras dan bahan bakar minyak (BBM) pasca banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Aksi berlangsung tertib, namun warga meluapkan kekecewaan atas lambannya penanganan. “Apa saja kerja pemerintah ini, sampai hari ini belum ada penanganan apapun. Itu Bupati kalau tidak sanggup mundur saja,” teriak Rudi, salah seorang warga yang hadir.
Masyarakat mengaku sudah seminggu tidak menerima bantuan. “Sebutir beras pun kami belum terima,” seru warga lain di tengah kerumunan. Kondisi di Aceh Tengah disebut masih kritis: beras, sembako, gas LPG, dan BBM sulit ditemukan, listrik padam, serta jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih.
Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalila, menyebut bantuan beras baru masuk pada Senin (1/12) sebanyak 6,5 ton. Jumlah itu harus dibagi dengan Kabupaten Bener Meriah sehingga stok untuk Aceh Tengah masih sangat terbatas. “Data sementara, hingga saat ini dilaporkan sebanyak 22 orang meninggal dunia dan 23 orang masih hilang,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah bergerak cepat karena akses jalan menuju sejumlah desa masih terputus akibat bencana. Krisis pangan dan energi yang mereka alami dinilai membutuhkan penanganan segera agar tidak menambah penderitaan masyarakat terdampak.






