Fajarasia.id – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menekankan tentang olahraga penting untuk ketahanan nasional. Ia menekankan itu saat menutup Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII.
Penutupan berlangsung di Eks Bandara Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (1/8/2025). Wapres mengatakan, FORNAS VIII selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, tentang olahraga sebagai fondasi ketahanan nasional.
Ia mengatakan, Presiden mendorong penguatan dan perluasan olahraga rekreasi ke seluruh lapisan masyarakat. Hal ini berguna untuk membentuk bangsa yang sehat, bugar, dan bersatu.
“Inilah keberagaman Indonesia yang harus terus kita jaga, dari Sabang sampai Merauke. Sebagai bangsa yang ber-Bhineka, kita harus menjaga persatuan, kesatuan, dan nilai-nilai toleransi. Kalah menang itu biasa,” ujar Wapres di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Wapres juga memberikan perhatian khusus terhadap partisipasi para lansia dalam FORNA. Seorang peserta berusia 79 tahun dinilainya sebagai simbol semangat olahraga yang tidak mengenal usia.
“Ini patut dicontoh, terutama oleh generasi muda. Jika ingin tetap sehat di usia lanjut, kita harus membiasakan diri berolahraga sejak dini,” ujarnya.
Dia juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan. Baginya, FORNAS VIII turut mendorong perputaran ekonomi daerah yang signifikan.
“Diperkirakan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp150 miliar, mencakup sektor penerbangan, perhotelan, hingga konsumsi. Jumlah pengunjung ke NTB karena FORNAS ini diperkirakan lebih dari 40 ribu orang,” ucapnya.
Wapres mengajak seluruh peserta terus menjaga semangat olahraga sebagai alat pemersatu bangsa. Wapres kemudian mengumumkan FORNAS IX akan digelar di Sulawesi Tengah pada tahun 2027.
“Yang penting, semua peserta bisa bergembira dan menjalin persaudaraan sesama anak bangsa. Sesuai tema FORNAS kali ini: ‘Kalah Menang, Semua Senang’,” katanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo menegaskan, FORNAS adalah potret sejati Indonesia yang beragam. “Berbeda-beda selera, tapi satu semangat: bergerak bersama, sehat bersama, kuat bersama, bersatu membangun bangsa,” katanya. ***





