Fajarasia.id – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menyoroti persoalan mahalnya harga rumah di Indonesia. Menurutnya, penyebab utama bukan terletak pada konstruksi atau teknologi bangunan.
Fahri menyebut bahwa harga tanah yang tidak wajar menjadi faktor utama penyebab rumah sulit terjangkau masyarakat. “Ini yang disebut oleh Presiden kita pakai pasal 3, maksudnya kendali terhadap harga tanah harus dinormalisir kembali,” ujar Fahri usai diskusi publik ‘Berani Bicara #3 Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak’, di Rumah Besar Gatotkaca, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025).
Ia mendorong pemerintah agar segera menstabilkan harga tanah agar menjadi lebih rasional dan terjangkau. “Ini harus dinormalisasi kalau kita mau harga tanah menjadi layak, ya turunkan harganya,” ucapnya.
Fahri juga menyampaikan bahwa Presiden mendorong penggunaan tanah negara untuk menekan harga rumah secara signifikan. Menurutnya, konsep sewa jangka panjang atas tanah negara, dapat membuat harga tanah mendekati nol rupiah.
“Sehingga kalau sudah harga tanahnya nol, berarti tinggal harga konstruksi. Ya, seperti tadi itu, Semen Indonesia Group, coba itu bisa di bawah 50 juta,” katanya.
Fahri menekankan pentingnya keberadaan lembaga yang mampu menyerap hasil produksi rumah secara utuh. Hal itu penting, agar isu pemasaran rumah tidak lagi muncul, dan digantikan sistem antrean berbasis data tunggal nasional.****





