Trump Warning vs Intelijen: Rudal Iran Masih Jauh dari AS

Trump Warning vs Intelijen: Rudal Iran Masih Jauh dari AS

Fajarasia.id  – Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal rudal Iran yang disebut “segera” mampu menjangkau daratan Amerika menuai sorotan. Dalam pidato kenegaraan di Kongres, Selasa (24/2/2026), Trump menegaskan Teheran tengah mengembangkan rudal balistik antarbenua.

Namun, menurut tiga sumber yang memahami laporan intelijen AS, klaim tersebut tidak didukung penilaian terbaru. Laporan Defense Intelligence Agency (DIA) tahun 2025 menyebut Iran kemungkinan baru mampu menghasilkan rudal layak militer pada 2035. Bahkan dengan bantuan teknologi dari China atau Korea Utara, Iran diperkirakan masih butuh waktu minimal delapan tahun.

Gedung Putih melalui juru bicara Anna Kelly membela pernyataan Trump, menyebut Iran sebagai ancaman serius. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara lebih hati-hati, menilai Iran “suatu hari nanti” bisa mengembangkan senjata jarak jauh.

Iran sendiri membantah tudingan tersebut. Menlu Abbas Araghchi menegaskan negaranya sengaja membatasi jangkauan rudal di bawah 2.000 km untuk tujuan defensif, bukan ancaman global.

Para pakar menilai Iran memang memiliki program peluncuran satelit yang bisa dimodifikasi menjadi rudal jarak jauh, namun masih jauh dari kemampuan membangun sistem re-entry vehicle (RV) yang diperlukan untuk rudal balistik antarbenua.

Pos terkait