Fajarasia.id – Presiden Donald Trump secara mengejutkan menarik pencalonan Rep. Elise Stefanik sebagai duta besar AS untuk PBB. Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan pencalonannya tertunda karena kekhawatiran atas mayoritas tipis Partai Republik di DPR, dikutip dari AP News pada Sabtu (29/3/2025).
Trump mengumumkan keputusannya melalui Truth Social, menegaskan bahwa mempertahankan setiap kursi Partai Republik di Kongres sangatlah penting. Keputusan ini disambut baik oleh Ketua DPR Mike Johnson, yang menyebut Stefanik sebagai sosok patriotik dan penting dalam perjuangan Partai Republik.
“Kita harus tetap bersatu untuk mencapai misi kita, dan Elise Stefanik telah menjadi bagian penting dari upaya ini sejak awal. Saya meminta Elise untuk tetap di Kongres,” kata Trump.
Johnson menambahkan bahwa Stefanik akan kembali ke meja kepemimpinan partai untuk memperjuangkan kebijakan “America First” Trump.Stefanik mengakui bahwa beberapa faktor mempengaruhi keputusannya, termasuk kemungkinan keterlambatan pemilihan khusus untuk menggantikannya.
Selain itu, Stefanik juga mengatakan margin tipis mayoritas Republik di DPR juga menjadi pertimbangan utama. Trump sebelumnya mencalonkan Stefanik setelah kemenangannya dalam pemilihan kembali pada November lalu.
Pencalonannya telah lolos dari komite pada Januari, tetapi dengan mayoritas tipis Partai Republik di DPR, konfirmasinya tertahan selama beberapa bulan.Harapan memajukan pencalonannya sempat meningkat.
Harapan tersebut disebabkan adanya dua pemilihan khusus di Florida yang diharapkan dapat memperkuat posisi Partai Republik di DPR. Namun, sempat ada kekhawatiran bahwa Partai Demokrat bisa mempersempit selisih suara.
Kemenangan mengejutkan Partai Demokrat dalam pemilihan khusus di Pennsylvania membuat Partai Republik semakin berhati-hati. Meskipun distrik Stefanik merupakan basis kuat Partai Republik, Trump khawatir kursinya jatuh ke tangan Demokrat dalam pemilihan khusus.
Penarikan pencalonan Stefanik menjadikannya kandidat keempat dalam pemerintahan Trump yang gagal dikonfirmasi. Selama berbulan-bulan, Stefanik berada dalam ketidakpastian, tidak dapat menjalankan tugasnya di Kongres maupun di PBB.
Hingga kini, Trump belum mengumumkan siapa yang akan menjadi calon pengganti Stefanik sebagai duta besar AS untuk PBB. Dengan Stefanik tetap berada di DPR, Partai Republik berharap dapat mempertahankan kendali dan mendorong agenda Trump di Kongres.****





