Fajarasia.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan desakan keras kepada anggota NATO agar berani mengirim kapal militer ke Selat Hormuz. Ia menilai aliansi pertahanan tersebut terlalu pasif menghadapi situasi yang kini dikuasai Iran pasca serangan gabungan AS–Israel terhadap Teheran.
“Mereka harus berani masuk dan mengirimkan kapal-kapal mereka ke sana,” ujar Trump dalam wawancara dengan Politico, Kamis (2/4/2026).
Trump bahkan menyebut anggota NATO sebagai “pengecut” dan menegaskan dirinya tidak membutuhkan dukungan mereka. Pernyataan ini muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur pelayaran strategis yang setiap harinya dilalui sekitar 20 juta barel minyak.
Menurut laporan, Trump dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Washington pekan depan. Namun sejumlah negara anggota NATO mengkritik langkah Trump yang memulai konflik dengan Iran tanpa konsultasi terlebih dahulu.
Sejak berdiri, NATO baru sekali menggunakan Pasal 5 perjanjian pertahanan kolektif, yakni setelah serangan teroris 2001. Kini, wacana Trump untuk menarik AS dari NATO kembali mencuat, meski terbentur aturan hukum yang mensyaratkan persetujuan dua pertiga Senat.***





