Fajarasia.id = Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kegelisahan global dengan ancaman keras terhadap Iran. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Jumat (3/4/2026), Trump menegaskan akan melancarkan serangan agresif selama dua hingga tiga pekan ke depan, bahkan menyebut siap “mengembalikan Iran ke Zaman Batu.”
Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke Israel dan menegaskan tidak akan menyerah. Ketegangan ini membuat jalur vital Selat Hormuz lumpuh, memicu lonjakan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent naik sekitar 7% ke US$108 per barel, sementara pasar global ikut terguncang.
Puluhan negara kini berupaya mencari solusi untuk memulihkan jalur energi strategis tersebut. Inggris memimpin pertemuan virtual 40 negara, menekankan diplomasi sebagai jalan keluar. Sementara itu, Prancis menegaskan perlunya konsultasi langsung dengan Iran.
Sejak konflik pecah akhir Februari, ribuan korban jiwa dilaporkan di Timur Tengah. Serangan balasan terus terjadi, melibatkan Israel, negara Teluk, hingga milisi pro-Iran di Irak. Kondisi ini menambah tekanan ekonomi global, dengan ancaman krisis biaya hidup di Asia, Eropa, dan Afrika.***





