Fajarasia.id – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memastikan langkah rehabilitasi sosial yang tepat bagi para korban Runtuhan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Nantinya, Kementerian PPPA akan bekerja samadengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) serta Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
“Pertama-tama kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di pesantren ini. Kami juga menguatkan dan memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga yang masih penuh harapan untuk anaknya agar baik-baik saja,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (4/10/2025).
Lebih lanjut, Arifah menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan sarana prasarana pendidikan harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan anak. Ia memastikan pemenuhan hak-hak para santri, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis, serta keberlanjutan hak anak atas pendidikan pasca kejadian.
“Kedepannya kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi, maka dari itu kita harus lebih berhati-hati lagi. Karena sebetulnya anak berhak mendapat tempat pendidikan yang aman dan nyaman,” ucap Arifah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga mengunjungi para korban reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny yang tengah menjalani perawatan. Dalam kunjungannya, Arifah mendatangi seluruh korban dan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik anak.
“Saya melihat semua petugas dari berbagai kalangan saling bahu-membahu. Ini menjadi bukti bahwa kita merupakan satu keluarga yang saling menguatkan dan saling mendukung,” ucap Arifah.
Sementara, Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menyampaikan data terkini korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Pada evakuasi hari keempat ini, total sudah ditemukan 10 korban tewas dan 103 selamat.
“Total semua pada hari ini adalah korban ditemukan lima orang dan semua dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga kalau dijumlahkan seluruh korban yang ditemukan 10 meninggal dunia, 103 selamat,” kata Nanang.
Nanang menjelaskan, untuk korban kelima berhasil dievakuasi pada pukul 14.00 WIB dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Nanang mengatakan, semua korban yang terevakuasi hari ini berada di lantai satu musala tersebut.
“Dua pertama itu di tempat wudhu. Kemudian yang duanya lagi ada di sisi sebelah kirinya atau di di bagian belakang dan juga yang kelima juga di sekitar situ,” ujar Nanang.***





