Fajarasia.id – Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong di Kota Cimahi kini menjadi model pengelolaan sampah modern. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat, Muhammad Reva, menyebut fasilitas ini sebagai wujud nyata modernisasi sistem persampahan di daerah.
Pembangunan TPST Sentiong dilakukan melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) tahun anggaran 2023–2024 dengan nilai investasi Rp33,9 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN yang didukung Bank Dunia.
Kapasitas dan Manfaat
Reva menjelaskan, TPST Sentiong mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari. Sejak beroperasi, total sampah yang sudah diproses mencapai 1.973 ton. “Bangunan seluas 2.901 meter persegi ini memberi manfaat bagi lebih dari 14 ribu kepala keluarga,” ujarnya dalam Press Tour Kementerian PUPR, Kamis (13/11/2025).
Hasil olahan sampah berupa biomass, fluff, serta material daur ulang bernilai ekonomi. Biomass yang dicampur dengan fluff diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yang dapat digunakan sebagai pengganti batu bara di industri.
Sistem Pemilahan dan Teknologi
Kepala TPST Sentiong, Fauzi, menuturkan pihaknya mengelola sampah dari tiga kelurahan di Cimahi: Cipageran, Citeureup, dan Padasuka. Kota Cimahi sendiri telah menerapkan sistem hari organik dan anorganik untuk memudahkan pemilahan sejak sumber.
Meski masih ada sampah tercampur, TPST Sentiong tetap dapat mengolahnya karena memang dirancang untuk mix waste. Proses pengolahan dilakukan melalui tahapan ketat, mulai dari pembukaan bungkusan, pemilahan manual, hingga penggunaan mesin modern seperti turbo separator, shredder, dan crusher.
Material bernilai ekonomi seperti plastik, kardus, dan besi dipisahkan untuk didaur ulang, sementara logam dipilah menggunakan magnetic separator. Dengan kombinasi teknologi tersebut, TPST Sentiong memastikan efisiensi sekaligus keberlanjutan pengelolaan sampah.
Harapan Ke Depan
Reva berharap TPST Sentiong dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah terpadu di tingkat kota. “Infrastruktur ini diharapkan beroperasi berkelanjutan, memperkuat kelembagaan pengelola, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dengan hadirnya TPST Sentiong, Cimahi diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem persampahan modern.****




