Fajarasia.id – Tim Nasional Kebaya Indonesia menerima salinan sertifikat penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia dari UNESCO. Dokumen penting tersebut diserahkan langsung oleh pemerintah di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada Selasa (2/12/2025).
Kementerian Luar Negeri menyerahkan sertifikat kepada Kementerian Kebudayaan sebelum diteruskan kepada komunitas pengusul di acara tersebut. Tim Nasional Kebaya Indonesia menyebut perjuangan komunitas pengusul telah membuahkan hasil baik bagi pelestarian budaya bangsa.
“Dengan adanya pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, bukanlah akhir pencapaian dari upaya yang dilakukan oleh komunitas, mengingat tugas pelestarian tetap perlu dijalankan dengan melibatkan sebanyak mungkin generasi penerus dan mempromosikan kebaya ke manca negara,” kata Ketua Tim Nasional Kebaya Indonesia Lana T Koentjoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/12/2025).
Pihaknya tengah menyusun proses penerjemahan buku mengenai keanggunan kebaya agar bisa dibaca oleh masyarakat mancanegara. Akses pembaca global ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi bagi para desainer dan pelaku usaha lokal.
“Saat ini sedang menyusun penerjemahan buku “Kebaya, Keanggunan Yang Diwariskan” ke dalam bahasa Inggris. Upaya ini dilakukan agar kebaya lebih dihargai secara global sebagai living heritage, dan melalui buku ini diplomasi budaya dapat terus berkembang, mengenalkan nilai keanggunan, keberagaman tradisi serta kreativitas perempuan Indonesia di kancah internasional,” kata Miranti Serad Ginanjar, penggagas Gerakan Kebaya Goes to UNESCO, menambahkan.
Kementerian Kebudayaan menerima sertifikat untuk tiga elemen budaya sekaligus termasuk kebaya, kolintang, dan reog. Penetapan ini merupakan hasil sidang ke-19 komite antarpemerintah yang berlangsung di Asuncion, Paraguay, pada awal Desember lalu.
“Penetapan UNESCO ini adalah pengakuan dunia yang menggembirakan, membangkitkan semangat, dan menguatkan komitmen kita, agar warisan budaya Indonesia terus hidup, tumbuh. Dan memberi makna bagi masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, pada Selasa malam.
Kebaya masuk dalam daftar perwakilan melalui nominasi multinasional bersama negara Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Capaian tersebut adalah hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dengan berbagai komunitas budaya serta masyarakat luas.
“Sertifikat ini menjadi mandat internasional, dan komitmen negara, agar kita bersama-sama menjaga keberlanjutan tradisi, yang telah diwariskan ratusan tahun lamanya,” katanya.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akan menyimpan sertifikat asli tersebut sebagai bukti memori kolektif bangsa Indonesia. Pemerintah juga memberikan salinan dokumen kepada pemerintah daerah sebagai amanah untuk memastikan keberlanjutan tradisi adiluhung tersebut.****





