Fajarasia.id — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah antisipasi sebelum Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.
“Intinya, Bapak Presiden melakukan diplomasi langsung dengan Amerika Serikat. Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Kita sudah sedia payung sebelum hujan,” ujar Teddy di Washington DC.
Ia menjelaskan, sebelum putusan MA AS keluar, Indonesia sudah bernegosiasi dengan AS sehingga tarif impor turun dari 32 persen menjadi 19 persen. Menurutnya, setelah pembatalan, ada peluang tarif kembali turun hingga 10 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, Indonesia meminta AS tetap memberlakukan tarif 0 persen bagi produk unggulan seperti kopi, kakao, tekstil, dan komoditas agrikultur lainnya sesuai kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Dalam dokumen ART, kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk meratifikasi perjanjian. Airlangga menegaskan, meski ada penyesuaian kebijakan, Indonesia tetap berupaya mempertahankan pembebasan tarif bagi produk unggulan nasional.***





