Tantowi Yahya Sebut Musik Harus Bisa Diwadahi G20

Tantowi Yahya Sebut Musik Harus Bisa Diwadahi G20

Fajarasia.co – Musik harus bisa diwadahi dan diakui sebagai gerakan di G20. Hal itu disampaikan Ketua Komite Pelaksana M20, acara pendamping Presidensi G20 Indonesia, Tantowi Yahya.

“Kami yakin M20 akan bergulir di G20 berikutnya. Tuan rumah berikutnya adalah India yang musiknya berkembang,” kata Tantowi kepada wartawan, Rabu (2/11/2022).

Tantowi mengatakan pesan-pesan yang diangkat dalam Presidensi G20 dapat disampaikan juga lewat musik. Pasalnya musik merupakan bahasa universal yang tidak mengenal gender, agama, maupun politik.

Ia mengatakan musik bisa mengamplifikasi isu-isu yang diperjuangkan di Presidensi G20. Seperti tentang pentingnya berpindah ke energi terbarukan, transformasi digital.

“Lalu krisis pangan akibat perang Ukraina dan Rusia. Bisa juga terkait Covid-19,” ujarnya.

“Pesan penting dari KTT ini tidak terbatas pada konser ramah lingkungan dan rendah emisi yang mencakup nol plastik dalam agenda-agenda festival dan industri hiburan. Tetapi juga mendukung praktik terbaik untuk mendukung tujuan musik dan juga isu iklim,” katanya.

Tantowi Yahya menambahkan bahwa M20 fokus pada tujuan pembangunan berkelanjutan. Serta transformasi digital di industri musik.

“Lebih penting lagi, KTT ini mencakup penyelarasan kebijakan di masa depan industri musik untuk mendukung inklusi digital dan budaya. Bahkan kesejahteraan musisi, dan pekerja kreatif,” ucapnya.

Sementara itu, puncak acara Kepresidenan G20 Indonesia akan digelar di Bali pada pertengahan November 2022. Di sisi lain, acara M20 konser akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas.

“Seperti Iwan Fals, Kahitna, Once, Isyana X Deadsquad, Dira Sugandi, Slank. Puncak acara utama M20 ini mengusung tema Agen Kuat Perubahan Sosial, Lingkungan dan Ekonomi,” ujarnya.****

Pos terkait