Sudan Buka Peluang Kerja Sama Bisnis dan Pendidikan dengan Indonesia

Sudan Buka Peluang Kerja Sama Bisnis dan Pendidikan dengan Indonesia

Fajarasia.id  – Pemerintah Sudan menyatakan kesiapannya memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang bisnis, budaya, dan pendidikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Dr. Yassir Mohammed Ali, dalam temu media di Jakarta.

Dubes Yassir menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Sudan memperkuat hubungan ekonomi dan sosial dengan Indonesia, sekaligus mendukung stabilitas nasional negaranya. “Pemerintah Sudan terus berupaya meningkatkan stabilitas nasional demi memperkuat kolaborasi tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yassir juga menyinggung sejarah panjang hubungan kedua negara, termasuk peran ulama besar asal Sudan, Syekh Ahmad Surkati. Ulama yang pernah mengajar di Masjidil Haram, Mekkah, itu datang ke Indonesia pada 1912 dan mendirikan organisasi Al Irsyad. Surkati turut berperan dalam memperkuat semangat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Bahkan, ketika beliau wafat pada 1943, Presiden Sukarno hadir melayat sebagai bentuk penghormatan negara.

Sudan mendorong kerja sama di bidang pendidikan melalui program pertukaran mahasiswa, beasiswa, dan penelitian bersama. Yassir mengakui jumlah mahasiswa Sudan di Indonesia masih terbatas, sementara data Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan (PPI Sudan) mencatat ada sekitar 838 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Sudan. Selain itu, kerja sama budaya juga akan diperkuat lewat pertukaran seni dan promosi warisan budaya.

Di sektor bisnis, Sudan membuka peluang investasi di bidang energi, pertanian, dan perdagangan umum. Nilai perdagangan bilateral saat ini masih relatif kecil, kurang dari 50 juta dolar AS (sekitar Rp839,4 miliar). Indonesia mengekspor pakaian, kosmetik, farmasi, dan minyak sawit, sementara Sudan mengekspor kacang, wijen, dan kapas.

“Volume perdagangan masih kecil, sehingga potensi peningkatan sangat besar. Pemerintah Sudan mengundang investor Indonesia untuk menanamkan investasi dan siap memfasilitasi kebutuhan terkait lahan, izin, dan keamanan,” kata Yassir.

Dengan peluang besar di sektor pendidikan, budaya, dan bisnis, kerja sama Indonesia–Sudan diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di Afrika dan membuka jalan bagi hubungan jangka panjang yang lebih erat.

Pos terkait