Fajarasia.id – Staf Khusus Menteri Pertanian, Suwandi menilai rantai pasok beras saat ini terlalu panjang. Rata-rata terdapat 7 hingga 9 mata rantai dari petani ke konsumen.
Semakin panjang jalurnya, margin harga makin tinggi di setiap simpul distribusi. Akibatnya, harga beras melonjak jauh dari harga di tingkat petani.
“Kondisi yang terjadi sekarang, rata-rata 7-9 rantai pasok, ada simpulnya. Itu terlalu panjang, semakin panjang margin, masing-masing ada simpul keuntungan di situ,” kata Suwandi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, seperti dikutip dari YouTube Kemendagri, Kamis (24/7/2025).
Ia mengusulkan agar hasil panen petani langsung dikirim ke penggilingan atau koperasi. Setelah itu, beras bisa langsung masuk ke pengecer dan konsumen.
Dengan memotong rantai pasok, biaya distribusi bisa ditekan secara efisien. Tenaga kerja di sektor distribusi juga bisa dialihkan ke sektor hilirisasi.
Menurut Suwandi, langkah ini mendukung program stabilisasi harga beras. Program itu antara lain SPHP, operasi pasar, dan bantuan pangan beras.****





