Fajarasia.id – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan pembentukan Komite Menteri Krisis Dalam Negeri untuk memperbarui rencana tanggap darurat menghadapi gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Tim tersebut telah mulai bekerja memperbarui rencana kontinjensi yang ada dan mengembangkan rencana baru mengingat situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Wong.
Komite ini diketuai Menteri Koordinator Keamanan Nasional K Shanmugam, dengan Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong sebagai penasihat. Wong menegaskan, jika jalur pasokan energi di Timur Tengah tetap terbatas dalam jangka panjang, dampaknya akan sangat serius, mulai dari kenaikan harga hingga potensi kekurangan energi global yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan aktivitas produksi.
Eskalasi konflik di kawasan Teluk, termasuk serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta balasan Iran ke Israel dan fasilitas militer AS, telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz. Kondisi ini memengaruhi ekspor minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk serta mendorong lonjakan harga energi dunia.****





