Fajarasia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras pada September 2023 sebesar 5,61%. Inflasi itu merupakan inflasi beras tertinggi selama lima tahun terakhir.
“Inflasi beras pada September 2023 sebesar 5,61 persen memberikan andil inflasi sebesar 0.18 persen. Jika dilihat dari bulan ke bulan, inflasi tersebut merupakan inflasi beras tertinggi sejak Februari 2018,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam sebuah Rilisnya, Selasa (3/10/2023).
Tekanan terhadap harga beras sudah terjadi sejak bulan Juli 2023, dimana kenaikan harga tertinggi terjadi sejak di tingkat penggilingan. Pada September 2023 harga beras di tingkat penggiling secara bulanan naik sebesar 10,33 persen.
“Sedangkan di tingkat grosir kenaikan harganya sebesar 6,29 persen. Dan kenaikan terendah di tingkat eceran sebesar 5,61 persen,” ujar Amalia.
Gangguan pasokan menjadi penyebab kenaikan harga beras, karena produksi beras menurun akibat lahan pertanian yang semakin sempit. Fenomena musiman dimana setiap menjelang akhir tahun produksi beras menurun, juga menjadi penyebabnya.
“Kondisi itu diperburuk dengan musim kering yang panjang sebagai dampal El-Nino. Termasuk kebijakan sejumlah negara penghasil beras seperti India dan Thailand yang mulai membatasi ekspor berasnya,” kata Amalia menjelaskan.
Laporan BPS juga menunjukkan kenaikan harga beras juga terjadi di daerah-daerah sentra penghasil beras. Di antaranya Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Sulawesi Selatan.
Hal itu, kata Amalia, menunjukkan bahwa di daerah yang menjadi sentra beras, juga terjadi penurunan produksi beras. Dari data BPS, kenaikan harga beras mencapai Rp14.000 per kilogram dari harga sebelumnya di kisaran Rp10.000-Rp11.000 per kilogram.***





