Sekutu Mulai Menjauh, Perang Trump ke Iran Terancam

Sekutu Mulai Menjauh, Perang Trump ke Iran Terancam

Fajarasia.id  – Serangan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran menuai kontroversi internasional. Berbeda dengan Perang Teluk 1991 dan invasi Irak 2003, kali ini sekutu-sekutu Washington terlihat enggan mendukung penuh langkah Presiden Donald Trump.

Analis menilai aksi militer tersebut menabrak sistem hukum internasional, terutama setelah serangan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kristina Kausch dari German Marshall Fund menyebut tindakan Trump memperkuat persepsi bahwa AS tak lagi peduli membangun legitimasi global sebelum berperang.

Sejumlah sekutu Eropa menunjukkan sikap dingin. Inggris membatasi penggunaan pangkalan militernya hanya untuk tujuan defensif, sementara Spanyol menolak memberi akses sama sekali. Trump pun mengecam Perdana Menteri Keir Starmer dan Pedro Sanchez atas keputusan tersebut.

Dukungan terbuka justru datang dari Australia, Argentina, dan Paraguay. Kanada menyatakan dukungan terbatas dengan menyerukan deeskalasi, sedangkan Prancis menilai serangan itu bertentangan dengan hukum internasional.

Para pengamat menilai isolasi AS di bawah Trump bisa memberi keuntungan strategis bagi China. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi menguras persediaan senjata Amerika dan mengalihkan fokus Washington dari kawasan Indo-Pasifik, termasuk Taiwan.***

Pos terkait