Fajarasia.i Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pihaknya telah membangun sistem Sapa UMKM. Hal ini sebagai solusi terpadu untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pendekatan ekosistem dan transformasi digital.
Maman menyampaikan terdapat empat permasalahan utama yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM di Indonesia. Keempat masalah tersebut yakni dominasi skala mikro, keterbatasan akses pasar, keterbatasan akses pembiayaan, dan lemahnya kapasitas teknologi serta standaridsasi.
Atas tantangan tersebut, Kementerian UMKM saat ini sedang membangun sistem digital nasional bernama Sapa UMKM. Ini merupakan super aplikasi yang akan menjadi ekosistem layanan terintegrasi.
“Sapa UMKM ini untuk pendataan, pembinaan, fasilitasi pembiayaan, hingga konektivitas UMKM dengan pasar dan industri besar. Maka, kami membangun Sapa UMKM sebagai kanal utama, agar setiap program kementerian bisa hadir langsung di genggaman pelaku usaha,” kata Maman, Minggu (15/6/2025).
Menurutnya, Kementerian UMKM tidak akan mungkin menjangkau langsung 57 juta pengusaha UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. “Ini bukan hanya aplikasi, tapi wajah baru cara kerja pemerintah untuk UMKM,” ucap Maman.
Melalui Sapa UMKM, Kementerian UMKM menargetkan semua fasilitas insentif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan SDM, dan penguatan kualitas produk. Dan hanya akan diberikan kepada UMKM yang telah terverifikasi dan terintegrasi dalam sistem ini.
Proses ini sekaligus menjawab tantangan validasi data UMKM yang selama ini tersebar dan belum terstruktur secara baik. Kerena saat ini Kementerian UMKM saat ini mengemban dua mandat besar.
Yaitu meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,1 persen pada tahun 2025 (dari baseline 3,08 persen). Dan meningkatkan proporsi usaha kecil dan menengah dari total pelaku UMKM.
“Dari 57 juta unit usaha, sekitar 54 juta atau hampir 97 persen masih di level mikro. Target kami adalah mendorong terjadinya perpindahan strata dari mikro ke kecil, dan dari kecil ke menengah,” kata Maman lagi.****





