Sahroni Kembali Tampil, Warga Kebon Bawang Tersentuh Cerita Penjarahan Rumahnya, Berharap Bisa Aktip Lagi Di Senayan

Sahroni Kembali Tampil, Warga Kebon Bawang Tersentuh Cerita Penjarahan Rumahnya, Berharap Bisa Aktip Lagi Di Senayan

Fajarasia.id  — Setelah beberapa waktu tidak muncul di hadapan publik, Ahmad Sahroni, anggota DPR RI non-aktif, akhirnya kembali menyapa warga dan membagikan kisah kelam yang dialaminya saat rumahnya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, menjadi sasaran penjarahan pada akhir Agustus 2025.

Dalam pertemuan yang berlangsung di depan kediamannya, Sahroni menceritakan bagaimana ia harus bersembunyi di plafon rumah demi menyelamatkan diri dari kerusuhan. Kisah tersebut menggugah emosi warga sekitar, yang selama ini mengenal Sahroni sebagai sosok wakil rakyat yang dekat dengan masyarakat dan dikenal memiliki integritas tinggi.

Bacaan Lainnya

Warga Tersentuh, Desak Penegakan Hukum

Salah satu warga, Salmah, seorang ibu paruh baya yang tinggal di Kebon Bawang, tak kuasa menahan air mata saat mendengar langsung cerita Sahroni. Ia menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum segera menindak tegas para pelaku penjarahan dan provokator yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Pak Sahroni itu orang baik, peduli sama warga, enggak pernah korupsi. Tapi rumahnya dijarah. Saya minta pelakunya dihukum seberat-beratnya,” ujar Salmah saat ditemui di lokasi pada Selasa (4/11/2025).

Dorongan untuk Kembali ke Kursi Legislatif
Tak hanya menuntut keadilan, Salmah juga berharap agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali Sahroni sebagai anggota DPR RI. Menurutnya, Sahroni adalah figur yang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya warga Kebon Bawang.

“Saya ingin beliau kembali aktif di DPR. Beliau wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan kepentingan warga,” tambah Salmah.

Sebagaimana diketahui kemarin Anggota DPR RI non-aktif Ahmad Sahroni akhirnya muncul ke hadapan publik dan membagikan pengalaman dramatis yang dialaminya saat rumahnya di kawasan Kebon Bawang dijarah pada akhir Agustus 2025.

Dalam pertemuan dengan warga yang digelar di depan kediamannya, Sahroni menceritakan bagaimana ia harus bersembunyi di plafon rumah demi menghindari amukan massa. Ia menyebut momen tersebut sebagai salah satu episode paling menegangkan dalam hidupnya.

“Saya sempat ngumpet di atas plafon, tapi plafonnya enggak kuat, saya jatuh. Akhirnya saya hancurkan sekalian dan buka pintu kamar mandi,” ujar Sahroni, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram Lambe Turah yang tayang pada Senin (3/11/2025).

Ia mengaku kehilangan banyak barang pribadi, bahkan benda-benda kecil seperti pakaian dalam dan sikat gigi pun ikut raib. Sahroni juga menyayangkan hilangnya foto-foto keluarga yang menurutnya tak memiliki nilai bagi pelaku penjarahan.

Dalam kesempatan itu, Sahroni juga membantah tudingan bahwa rumahnya dibangun dari hasil korupsi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyalahgunakan uang negara.

“Saya tidak korupsi. Tapi ada yang bilang rumah ini dari duit rakyat. Padahal yang ngomong itu saya yakin enggak bayar pajak, malah nunggu sembako,” ucap Sahroni, disambut tawa warga.

Ia menyayangkan framing politik yang menurutnya tidak memahami kondisi sebenarnya, dan berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menilai situasi.(Ess)

Pos terkait