Rupiah Tertekan, DPR Desak BI Agresif

Rupiah Tertekan, DPR Desak BI Agresif

Fajarasia,id  — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendorong Bank Indonesia (BI) untuk mengambil langkah lebih agresif dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus memenuhi kebutuhan valuta asing (valas) nasional. Ia menilai pendekatan BI saat ini belum memadai di tengah kompleksitas dinamika global.

Menurut Misbakhun, BI tidak cukup hanya berperan sebagai otoritas moneter, tetapi juga harus menjadi liquidity provider bagi kebutuhan valas Indonesia. “Permasalahannya makin kompleks, tapi BI tidak berubah. Kenapa tidak mengunci kebutuhan dolar tahunan lewat kontrak besar sejak awal?” ujarnya.

Ia mencontohkan kebutuhan valas Indonesia yang bisa mencapai US$300 miliar per tahun. Menurutnya, BI seharusnya bisa menempuh jalur diplomasi antarnegara, bahkan melibatkan kepala negara untuk membahas pasokan dolar secara konkret.

Dorongan ini muncul di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah ditutup melemah 0,35% ke level Rp17.090 per dolar AS, mencatat rekor terlemah sepanjang masa.

Misbakhun menegaskan, tanpa langkah strategis, rupiah akan terus tertekan oleh gejolak global. Ia meminta BI segera menyesuaikan strategi agar pasokan valas nasional tetap terjaga dan kebutuhan dolar Indonesia bisa dipenuhi secara berkelanjutan.****

Pos terkait