Rikwanto: Masalah Narkotika Ada di Permintaan, Bukan Hanya Suplai

Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto
Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto

Fajarasia.id  – Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto menegaskan akar persoalan narkotika di Indonesia terletak pada tingginya permintaan masyarakat, bukan sekadar suplai jaringan.

“Selama demand tinggi, akan selalu ada yang menjual. Penindakan bandar tidak cukup,” kata Rikwanto dalam RDPU Komisi III DPR bersama Wamenkumham dan DPP GRANAT di Senayan, Selasa (2/12/2025).

Ia menyebut banyak pengguna berasal dari pekerja perkebunan, pertambangan, hingga industri informal yang memakai narkotika untuk stamina. Pelajar dan anak muda juga rentan karena minim edukasi dan pengawasan.

Rikwanto menilai strategi pemberantasan terlalu fokus pada suplai, sementara pengurangan permintaan belum jadi prioritas. Ia juga menyoroti lapas yang penuh dengan pengguna narkoba, padahal mereka lebih tepat direhabilitasi.

“Pengguna pemula masuk sebagai korban, keluar malah punya jejaring baru. Sistem ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika ditentukan oleh berkurangnya jumlah pengguna baru. “Kalau generasi muda tidak lagi jadi target, pasar narkotika akan mati dengan sendirinya,” tutupnya.

Pos terkait