Fajarasia.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Rieke Diah Pitaloka, M.Hum, menegaskan bahwa agresi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 membawa dampak langsung bagi rakyat Indonesia. Konflik di kawasan Teluk Persia yang menjadi pusat distribusi energi dunia berpotensi memicu lonjakan harga minyak global, sehingga menekan APBN dan meningkatkan biaya hidup masyarakat.
Menurut Rieke, kelompok paling rentan adalah pekerja sektor informal dan pekerja berbasis platform digital seperti driver ojek online, kurir logistik, pedagang kecil, hingga nelayan. Kenaikan harga BBM akan langsung menambah beban operasional mereka, sementara pendapatan tidak selalu ikut naik. “Ketika konflik global menaikkan harga energi, yang paling terdampak adalah pekerja harian di jalanan. Negara harus hadir melalui perlindungan hukum dan kebijakan berbasis data,” tegasnya di Mesjid Puser Bumi, Cirebon, Senin (9/3/2026).
Rieke menekankan dua urgensi kebijakan nasional: percepatan pembahasan RUU Satu Data Indonesia untuk memastikan kebijakan perlindungan sosial tepat sasaran, serta RUU Perlindungan Pekerja Online guna menjamin keadilan tarif, perlindungan sosial, dan kepastian hukum bagi jutaan pekerja digital.
Ia menutup dengan rekomendasi agar pemerintah segera menyiapkan mitigasi dampak lonjakan harga energi, mempercepat pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Online, serta memastikan RUU Satu Data Indonesia segera terwujud sebagai fondasi kebijakan sosial yang akurat.***





