Ridwan Kamil: Penyelesaian Kasus Al Zaytun Harus Bijak, Ada Ribuan Santri di Sana

Ridwan Kamil: Penyelesaian Kasus Al Zaytun Harus Bijak, Ada Ribuan Santri di Sana

Fajarasia.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta, penyelesaian kasus dan polemik yang terjadi di Pondok Pesantren Al Zaytun harus bijak

Sebab, kata dia, ada ribuan santri yang masih mengenyam pendidikan di pondok pesantren yang dipimpin Panji Gumilang tersebut.

“Harus secara bijak memberi solusi agar ribuan yang sudah berstatus murid atau santri di sana bisa diberikan solusi pendidikan seadil-adilnya,” kata Ridwan Kamil saat dihubungi, Selasa (4/7/2023).

Ridwan Kamil mengatakan, penyelesaian masalah Ponpes yang terletak di Kabupaten Indramayu itu tidak boleh mengorbankan hak pendidikan anak-anak dan para santri.

“Pesantren direkomendasikan untuk dibekukan atau dibubarkan, tapi harus secara bijak memberi solusi agar ribuan anak yang sudah berstatus murid atau santri disana bisa diberikan solusi pendidikan seadil-adilnya,” ucap pria yang akrab disapa Emil ini.

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini juga mendukung Kementerian Agama yang akan membekukan izin Pondok Pesantren Al Zaytun jika terbukti menyebarkan ajaran sesat.

“Dan kalau diduga ada perputaran uang yang ilegal dari kegiatan yang melanggar hukum, itu juga untuk segera dibekukan. Sehingga menghindari perputaran uang ilegal ini mendanai hal-hal yang merongrong negara,” tambah dia.

Lebih lanjut, Emil juga membenarkan tentang informasi bahwa ada indikasi penggalangan dana yang dilakukan di Ponpes Al Zaytun untuk membiayai aktivitas kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

“Ada (indikasi NII). Belum sedetail itu tapi arahnya penggalangan dananya ke arah sana (NII)” ungkap dia.

Namun, Emil menegaskan, hal itu baru berupa indikasi. Sehingga pihaknya, meminta masyarakat dan juga para ulama untuk bersikap tenang dalam menyikapi polemik Pondok Pesantren Al Zaytun.

“Pemerintah sedang menyiapkan tindakan tegas terhadap pesantren tersebut. Jadi masyarakat harus tenang, forum ulama juga tenang, bahwa tindakan tegas sedang berlangsung,” kata dia.***

Pos terkait