Fajarasia.d – India siap mengerahkan 5.000 pasukan paramiliter tambahan ke Manipur untuk meredam kerusuhan yang semakin memburuk di negara bagian tersebut. Langkah ini diambil setelah 16 orang tewas dalam bentrokan baru pekan lalu, yang memperburuk ketegangan.
Melansir dari Dawn, Rabu (20/11/2024), ketegangan di negara bagian ini telah berlangsung selama lebih dari 18 bulan. Konflik utama terjadi antara mayoritas Hindu Meitei dan komunitas Kristen Kuki, yang membagi Manipur menjadi wilayah-wilayah etnis.
Pada pekan lalu, sepuluh militan Kuki tewas saat mencoba menyerang polisi. Hal tersebut memicu pembalasan dengan pembunuhan terhadap enam warga Meitei, yang jenazahnya ditemukan di distrik Jiribam.
Pemerintah India merespons dengan memerintahkan pengiriman 50 kompi tambahan dari Pasukan Polisi Bersenjata Pusat (CAPF), masing-masing kompinya berisi 100 personel. Pasukan tambahan tersebut dijadwalkan akan tiba di Manipur pada akhir pekan ini.
India telah menempatkan ribuan pasukan di Manipur sejak dimulainya konflik, yang telah menewaskan lebih dari 200 orang. Sejak kekerasan meletus, Manipur telah sering mengalami pemadaman internet dan pemberlakuan jam malam.
Ketegangan memuncak setelah penemuan enam jenazah yang memicu protes keras dari komunitas Meitei. Mereka kembali menuntut tindakan lebih lanjut dari pemerintah.
Kerusuhan juga menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Sejumlah rumah politisi lokal dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di Manipur dirusak dalam serangan pembakaran.
Konflik ini berakar pada persaingan untuk tanah dan pekerjaan. Banyak pihak menuding para pemimpin lokal memperburuk ketegangan etnis demi keuntungan politik.
Keamanan di Manipur semakin memburuk. Serangan terhadap politisi dan kekerasan yang meningkat mengancam stabilitas negara bagian tersebut.
Pemerintah India berharap penambahan pasukan dapat meredakan ketegangan dan mencegah kerusuhan lebih lanjut. Meskipun penyelesaian jangka panjang terhadap konflik etnis yang mendalam ini tetap menjadi tantangan besar.***





