Putin Disebut Kunci Damai Konflik Iran-AS-Israel

Putin Disebut Kunci Damai Konflik Iran-AS-Israel

Fajarasia.id – Konflik di Timur Tengah kian memanas, dengan risiko berubah menjadi perang terbuka yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Eskalasi ini dinilai mengancam stabilitas Teluk Persia, pusat pasar energi global, sekaligus menimbulkan dampak besar bagi ekonomi internasional.

Murad Sadygzade, Presiden Middle East Studies Center dan dosen tamu HSE University Moskow, menilai keterlibatan langsung AS menjadikan Washington pihak aktif berperang, sehingga seluruh infrastruktur militernya di kawasan menjadi target sah bagi Iran. Hal ini memperluas medan tempur hingga mencakup pangkalan, fasilitas komando, dan jalur logistik di negara-negara Teluk.

Menurut Murad, kerentanan pada jalur energi seperti Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak, biaya asuransi pelayaran, dan menurunkan kepercayaan investor. Ia menekankan bahwa monarki Teluk lebih menginginkan deeskalasi ketimbang terjebak dalam perang regional.

Dalam kondisi ini, Rusia muncul sebagai mediator potensial. Presiden Vladimir Putin disebut aktif berkomunikasi dengan para pemimpin UEA, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi untuk meredakan ketegangan. Posisi Moskow yang memiliki hubungan erat dengan Iran sekaligus menjalin kerja sama konstruktif dengan monarki Teluk dinilai unik dan strategis.

“Rusia tidak mencoba memenangkan konflik untuk satu pihak, melainkan menghentikan agar tidak menjadi tak terkendali,” ujar Murad. Ia menekankan bahwa mediasi Rusia dapat melindungi infrastruktur energi Teluk dan mencegah guncangan global yang lebih besar, Sabtu (7/3/2026).****

Pos terkait