fajarasia.id – Program Sekolah Rakyat (SR) dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Kupang, Felipina Agustina Kale, menyebut program ini mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan berkualitas.
“Menurut saya inilah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program ini sangat bagus. Siapapun pemimpinnya, siapapun presidennya, ini program yang harus terus dijalankan,” kata Felipina di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/1/2026).
Felipina menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki pola pikir baru.
Sebagian besar siswa disebut datang dengan kondisi psikologis yang dipengaruhi latar belakang kemiskinan, termasuk rasa minder dan malu. Untuk itu, sekolah menerapkan sistem asrama yang berjalan beriringan dengan kelas, di mana pendidik berperan sebagai orang tua pengganti.
“Sejak pertama datang ke sekolah lima bulan lalu, kita tahu bahwa perasaan minder melekat pada anak. Maka pembentukan karakter dilakukan sepanjang hari, bukan hanya di kelas,” ujarnya.
Seluruh siswa diwajibkan bangun pukul 04.00 pagi untuk memulai rutinitas harian, mulai dari doa pagi hingga aktivitas belajar. Menurut Felipina, pendekatan ini sudah menunjukkan hasil dengan tumbuhnya keberanian siswa dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.
Felipina menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pendidikan yang dinilai peka terhadap kebutuhan masyarakat miskin, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
“Untuk Bapak Presiden, terima kasih banyak. Program ini sangat luar biasa dan membantu masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap program Sekolah Rakyat terus berlanjut tanpa terputus, siapapun pemimpin yang menjabat di masa depan.
“Harapan kami jangan terputus di sini. Mau ganti Presiden, mau ganti Menteri, program ini harus tetap dijalankan,” tegasnya.




