Fajarasia.id – Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Bolubungkang, Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Seorang pria berinisial RP (33) tega menganiaya paman dan ponakannya sendiri hingga tewas hanya karena merasa tersinggung dengan suara tawa.
Insiden berdarah itu terjadi pada Kamis (11/12) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, RP sedang duduk di depan rumahnya. Ia melihat pamannya, HL (63), berada di depan rumah sambil tertawa keras. Diduga, kebiasaan HL yang sering tertawa di depan rumah membuat RP merasa tidak dihargai.
“Korban HL setiap kali berada di depan rumah tersangka sering tertawa dengan suara keras. Sikap tersebut membuatnya merasa tidak dihargai dan tersinggung,” ujar Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Tio Tondy, Senin (22/12).
Merasa emosi, RP langsung mengambil parang dan menyerang HL. Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan. HL sempat dibawa ke RS Luwuk, namun nyawanya tak tertolong.
Tak berhenti di situ, tragedi berlanjut pada Jumat (12/12) dini hari. Keponakan HL, SL (37), datang ke rumah duka dan melihat jenazah pamannya. Tidak terima dengan kejadian tersebut, SL mendatangi rumah RP sambil membawa parang.
Pertemuan keduanya berujung duel maut. Mereka saling mengayunkan parang hingga keluar rumah. Namun, SL terjatuh dan akhirnya menjadi korban berikutnya. RP kembali menganiaya hingga SL meninggal dunia di lokasi.
Kasus ini membuat geger warga sekitar. Polisi kini telah mengamankan RP dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif serta kondisi psikologis pelaku.





