Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya di Karawang, Tegaskan Target Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya di Karawang, Tegaskan Target Swasembada Pangan

Fajarasia.id  – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya sekaligus mengumumkan capaian swasembada pangan di Desa Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu siang. Acara ini menjadi penanda penting atas keberhasilan pemerintah menjaga cadangan beras nasional yang kini menembus angka 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Kedatangan Kepala Negara sekitar pukul 11.15 WIB disambut meriah oleh warga yang telah menunggu di sepanjang jalur menuju lokasi. Antusiasme masyarakat terlihat dari sorakan, lambaian tangan, hingga kamera ponsel yang diarahkan ke kendaraan kepresidenan. Banyak warga bahkan berusaha mendekat untuk bersalaman langsung dengan Presiden.

Setibanya di lokasi, Presiden meninjau pameran inovasi hilirisasi pertanian, perkebunan, dan peternakan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia juga menyempatkan diri mencicipi hasil perkebunan buah, produk santan kelapa, susu segar, hingga seduhan kopi lokal.

Agenda tersebut turut menampilkan teknologi modern pertanian, mulai dari pesawat nirawak untuk pemantauan lahan, alat bajak sawah berteknologi tinggi, hingga mesin penggiling padi mutakhir. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mempercepat produktivitas sekaligus mendukung target swasembada pangan.

Sejumlah pejabat daerah dan tokoh nasional hadir mendampingi Presiden, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran Kabinet Merah Putih seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mendagri Tito Karnavian, Kapolri Listyo Sigit, dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa capaian cadangan beras ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dan menjadi fondasi menuju swasembada pangan. Ia optimistis target tersebut bisa dicapai dalam empat tahun, bahkan berpotensi terwujud lebih cepat. “Kemandirian pangan adalah syarat utama kemerdekaan bangsa. Kita tidak hanya mengejar swasembada beras, tetapi juga komoditas karbohidrat lain dan protein,” tegasnya.

Pos terkait