Praktisi: Sektor Pariwisata Belum Rasakan Dampak Momen Lebaran

Praktisi: Sektor Pariwisata Belum Rasakan Dampak Momen Lebaran

Fajarasia.id – Praktisi pariwisata, Harry Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan sektor pariwisata dinilai belum dapat menikmati momen libur Lebaran 2025. Menurut dia, hal itu bisa terlihat dari informasi yang telah disampaikan para pelaku di industri tersebut.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyatakan jumlah perjalanan wisata cenderung turun selama musim libur Lebaran 2025. Anggota ASITA di berbagai daerah juga mengaku kesulitan menjual paket wisata mereka.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani. Menurut dia, hingga dua pekan menjelang Lebaran, tingkat pemesanan hotel anjlok sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Menghadapi kondisi tersebut, Harry menegaskan seharusnya pemerintah merespons peringatan para pelaku pariwisata itu. “Mereka sangat memahami situasi di lapangan,” katanya pada Senin (24/3/2025).

Harry juga menekankan seharusnya ada sinkronisasi data antara pemerintah dan pelaku pariwisata. “Sehingga, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang dapat membantu sektor pariwisata,” ujarnya.

Namun, menurut Harry, usulan dan masukan pelaku pariwisata kepada pemerintah tidak ditindaklanjuti karena masalah birokrasi. “Jadi kita akan terus ketinggalan dengan negara tetangga yang sudah menempatkan sektor pariwisata sebagai sumber devisa,” ucapnya.

Harry menambahkan Lebaran merupakan momen tahunan yang perputarannya kebanyakan dari turis lokal. Namun, lanjut dia, target selanjutnya haruslah menjaring turis mancanegara yang mindset berwisatanya sudah berubah ke arah kualitas.

Sementara itu, pemerintah tetap optimistis sektor pariwisata akan bergeliat selama periode Ramadan dan libur Lebaran. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ernawati, mengatakan perputaran uang pada saat itu diperkirakan melebihi Rp300 triliun.****

Pos terkait