Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menyebut pemimpin yang sengaja menganjurkan aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum sebagai pemimpin pengkhianat saat peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).
Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan meski memiliki perbedaan pilihan politik dan menghormati hasil demokrasi.
“Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat,” kata Prabowo.
“Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu,” kata Prabowo menambahkan.
Presiden mengatakan dirinya telah lima kali mengikuti pemilihan presiden dan mengalami kekalahan sebanyak empat kali. Namun, ia menegaskan tidak pernah mengarahkan pendukungnya melakukan aksi perusakan maupun pembakaran.
“Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya. Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ujarnya.
Prabowo kemudian mengibaratkan kontestasi politik seperti pertandingan sepak bola yang harus dijalani dengan semangat sportivitas. Menurut dia, persaingan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh berujung pada tindakan anarkis.
Ia juga menyinggung dinamika politik bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar yang pada Pilpres 2024 berada di kubu berbeda, tetapi kini bersama dalam pemerintahan.
“Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya, tetapi gak ada masalah, karena dalam hati Beliau, Beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang, Beliau bersama saya untuk Indonesia. Saudara-saudara gak ada masalah,” kata Prabowo.
Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan, bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa kembali bersatu setelah kontestasi politik berakhir serta menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik yang membangun.
“Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini keluarga. Buktikan bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia. Jangan bisanya nyinyir. Kalau lu (kamu) gak setuju, lu gak mau bekerja, lu duduk aja baik-baik. Tetapi, kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada. Kita mau terima kritik,” kata Prabowo.***





