Fajarasia.id – Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar istilah “uang lelah” yang diberikan kepada prajurit TNI yang bertugas di daerah terdampak bencana Sumatra diganti menjadi “uang semangat”. Menurutnya, seorang tentara tidak boleh mengenal kata lelah dalam menjalankan tugas negara.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mendengar laporan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Suharyanto sebelumnya melaporkan bahwa prajurit TNI di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah sebesar Rp165.000 per orang.
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara tidak boleh lelah. Jadi uang semangat,” kata Prabowo, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menyiapkan anggaran untuk membayar kerja keras prajurit TNI di lokasi bencana. Ia menekankan, penggunaan anggaran harus tepat dan masuk akal.
“Tergantung nanti KSAD-nya ngajuin seperti apa, kita bayar sesuai permintaan dia. Kalau pintar-pintar ya sisipin aja, asal masuk akal kita keluarin,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Purbaya juga mengaku prihatin melihat kondisi prajurit di lapangan. “Kasihan, makannya nasi bungkus, bahkan ada yang makan di karton. Mereka sudah kerja keras, harus diperlakukan lebih layak,” tegasnya.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan sebanyak 37.910 personel TNI dikerahkan untuk mendukung rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Sumatra.
Pasukan tersebut terdiri dari 15 batalion tambahan, termasuk batalion zeni dan teritorial pembangunan. Mereka bertugas membangun jembatan bailey, hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), hingga membersihkan lumpur di sekolah dan fasilitas umum.
Selain itu, TNI juga mendirikan 25 dapur lapangan, 124 sumur bor, 42 pos kesehatan, dan 186 unit MCK. Hingga kini, 32 jembatan bailey dan 40 jembatan armco telah dibangun untuk memulihkan konektivitas transportasi.
Untuk mendukung operasi kemanusiaan, TNI mengerahkan 89 unit alutsista, termasuk pesawat, helikopter, dan kapal perang KRI. Total logistik yang sudah didistribusikan mencapai 2.669 ton melalui jalur udara, laut, dan darat.
Dengan koreksi istilah dari Presiden, “uang semangat” diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi prajurit TNI yang tengah berjuang di lapangan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit dari bencana.





